Mobil EV bisa melewati genangan air terbatas, tapi bukan berarti aman menerjang banjir. Baterai memang terlindungi, namun risiko kerusakan elektronik, korosi, dan bahaya keselamatan tetap ada—apalagi jika air dalam atau arus deras.

Banjir masih jadi masalah tahunan di banyak kota Indonesia. Seiring meningkatnya penggunaan mobil listrik (EV), muncul pertanyaan besar: apakah mobil EV aman menerjang banjir? Artikel ini membahasnya secara objektif—mulai dari teknologi EV, risikonya, perbandingan dengan mobil bensin, hingga tips perawatan setelah terkena banjir.
Mobil listrik modern dirancang dengan perlindungan terhadap air, terutama pada komponen vital seperti baterai tegangan tinggi. Umumnya, baterai EV sudah dilengkapi seal dan sistem isolasi untuk mencegah air masuk.
Beberapa pabrikan bahkan mengklaim baterainya memiliki rating ketahanan air tertentu (misalnya IP67/IP68). Namun penting dicatat:
tahan air bukan berarti kebal banjir, apalagi jika terendam lama atau terkena arus deras.
Baca juga: Baterai Mobil Listrik: Jenis, Cara Kerja, dan Tips Perawatannya
Meski baterai relatif aman, komponen elektronik lain seperti sensor, ECU, modul rem (ABS), dan sistem kelistrikan 12V tetap berisiko jika terkena air banjir, terutama air kotor atau berlumpur.
Kerusakan ini sering tidak langsung terasa, tapi muncul beberapa hari atau minggu kemudian dalam bentuk error sistem.
Baterai EV memang tertutup rapat, tetapi perendaman lama atau tekanan air berlebih tetap bisa memicu:
Pada kondisi ekstrem (terutama air asin), risiko bisa meningkat.
Jika air masuk ke sistem kelistrikan, ada potensi short circuit. Walau jarang, dalam kasus ekstrem kondisi ini bisa berbahaya dan memerlukan penanganan profesional.
Banyak yang mengira mobil bensin lebih aman dari EV saat banjir—padahal keduanya sama-sama berisiko.
Mobil bensin (ICE):
Mobil EV:
Kesimpulannya: tidak ada kendaraan yang benar-benar aman untuk menerjang banjir.
Mobil EV masih bisa melewati genangan ringan dengan syarat:
Jika ragu, lebih baik putar balik.
Hindari menerjang banjir jika:
Risiko bukan hanya pada mobil, tapi juga keselamatan pengemudi dan penumpang.
Jika mobil listrik sudah terendam:
Langkah ini penting untuk mencegah kerusakan lanjutan dan risiko keselamatan.
Perawatan kecil bisa mencegah biaya besar di kemudian hari.
Mobil EV memang dirancang lebih aman terhadap air dibanding yang banyak orang kira. Namun menerjang banjir tetap berisiko, baik untuk EV maupun mobil bensin.
Intinya sederhana:
👉 Genangan ringan masih bisa ditoleransi, banjir besar sebaiknya dihindari.
Keselamatan selalu lebih penting daripada memaksakan kendaraan melaju.