Mengisi mobil baru dengan Pertalite sangat berisiko memicu engine knocking (ngelitik) dan penumpukan kerak karbon karena mesin modern didesain dengan rasio kompresi tinggi. Jika terjadi kerusakan mesin dan terbukti akibat BBM yang tidak sesuai buku manual, klaim garansi resmi pabrikan dipastikan hangus. Untuk ketenangan pikiran, lindungi mesin Anda dengan Warranty Smart Indonesia, penyedia garansi mobil bekas yang menawarkan inspeksi gratis dan layanan darurat seperti towing hingga pengantaran bahan bakar.

Harga BBM non-subsidi yang fluktuatif seringkali membuat pemilik mobil baru tergoda untuk beralih ke Pertalite (RON 90). Niatnya tentu demi memangkas pengeluaran bulanan.
Namun, di balik penghematan sesaat tersebut, ada bahaya besar yang mengintai. Memaksa mesin modern menenggak BBM dengan oktan rendah bisa memicu kerusakan ruang bakar yang biaya perbaikannya mencapai puluhan juta rupiah.
Apakah secara aturan masih diperbolehkan? Lalu, bagaimana dampaknya terhadap status garansi mobil Anda? Mari kita bedah tuntas aturannya dari kacamata teknis dan perlindungan garansi mesin.
Pemerintah melalui MyPertamina terus memperketat aturan penyaluran BBM bersubsidi. Saat ini, fokus pembatasan ada pada kubikasi mesin kendaraan. Mobil dengan kapasitas di atas 1.400 cc wacananya tidak akan lagi dilayani untuk membeli Pertalite.
Artinya, jika mobil baru Anda berjenis city car, LCGC, atau LMPV dengan kapasitas mesin 1.000 cc hingga 1.300 cc, Anda mungkin masih bisa membeli Pertalite secara legal di SPBU.
Namun, Anda harus ingat bahwa sejak 2018, pemerintah telah mewajibkan standar emisi Euro 4 untuk seluruh mobil baru di Indonesia. Standar pembakaran bersih ini secara teknis mensyaratkan penggunaan BBM dengan minimal nilai oktan 92 (Pertamax).
Kunci utamanya terletak pada Rasio Kompresi Mesin. Rata-rata mobil keluaran terbaru, bahkan kelas LCGC sekalipun, sudah dibekali teknologi mesin berkompresi tinggi (di atas 10:1). Hal ini bertujuan untuk mengejar efisiensi bensin dan tenaga maksimal.
Pertalite (RON 90) diciptakan untuk mesin generasi lama yang memiliki rasio kompresi 9:1 hingga maksimal 10:1. Jika mesin berkompresi tinggi dipaksa minum Pertalite, bahan bakar akan terbakar karena tekanan sebelum busi sempat memercikkan api. Inilah yang disebut dengan pembakaran prematur.
Peringatan keras bagi pemilik mobil Turbo: Jika mobil baru Anda dilengkapi dengan turbocharger, mengisi Pertalite adalah sebuah pantangan besar. Mesin turbo memiliki suhu dan tekanan ekstrem yang mutlak membutuhkan bensin oktan tinggi.
Jika Anda secara rutin memaksakan mobil baru minum Pertalite, bersiaplah menghadapi tiga masalah krusial berikut:
Inilah mimpi buruk finansial yang paling jarang disadari. Jika mobil baru Anda mengalami mogok atau kerusakan fatal hingga harus turun mesin (overhaul), dealer resmi tidak akan serta merta menyetujui klaim garansi.
Mekanik dealer akan melakukan investigasi menyeluruh. Mereka dapat menyambungkan scanner ke ECU untuk melihat riwayat kinerja mesin. Tidak hanya itu, sampel bahan bakar dari dalam tangki dan saluran bahan bakar pun akan diuji kualitas oktannya.
Jika pihak pabrikan menemukan bukti bahwa kerusakan diakibatkan oleh penggunaan BBM yang tidak sesuai dengan anjuran buku manual (misalnya manual mewajibkan RON 92 tetapi diisi RON 90), maka klaim garansi mesin Anda dipastikan hangus (Void). Seluruh biaya turun mesin harus Anda bayar sendiri.
Baca juga: Aturan Baru 1400 cc: Daftar Lengkap Mobil yang Tidak Boleh Isi Pertalite 2026 dan Alternatifnya
Kekhawatiran soal bahan bakar ini menjadi dua kali lipat lebih besar jika Anda baru saja membeli mobil bekas. Anda tentu tidak tahu riwayat pengisian bensin yang dilakukan oleh pemilik sebelumnya, bukan? Bisa jadi mesin mobil tersebut sudah mengalami penurunan performa akibat sering meminum oktan rendah.
Untuk ketenangan pikiran Anda, Warranty Smart Indonesia (WSI) hadir sebagai solusi perlindungan nomor satu. WSI adalah penyedia garansi mobil bekas terpercaya yang siap melindungi komponen paling vital dan mahal di kendaraan Anda, yakni Mesin dan Transmisi.
Inilah keuntungan ekstra yang Anda dapatkan bersama WSI:
Jangan tunggu sampai mesin jebol dan tabungan terkuras habis. Lindungi mobil Anda sekarang bersama pakarnya!
Apakah mobil LCGC baru boleh pakai Pertalite? Secara regulasi aturan pelat nomor dan kubikasi (di bawah 1.200cc), LCGC masih diizinkan di SPBU. Namun, pabrikan LCGC sangat merekomendasikan BBM RON 92 (Pertamax) agar ruang bakar bersih dan garansi pabrik tidak hangus.
Apa akibatnya jika mobil Turbo diisi Pertalite? Akan terjadi engine knocking yang sangat parah. Mesin akan mudah overheat, performa drop drastis, dan berisiko tinggi merusak komponen turbocharger yang harga perbaikannya mencapai puluhan juta.
Bagaimana cara aman beralih dari Pertalite ke Pertamax? Habiskan sisa Pertalite di tangki Anda hingga indikator menunjukkan 1 atau 2 bar tersisa. Setelah itu, langsung isi tangki dengan Pertamax sampai penuh (full tank). Sistem ECU mobil akan secara otomatis menyesuaikan waktu pengapian dengan oktan yang baru.