Servis berkala mobil listrik tetap penting meskipun komponennya lebih sedikit dibanding mobil bensin. Umumnya pemeriksaan dilakukan setiap 10.000–20.000 km dengan fokus pada baterai, sistem rem, pendingin, dan software kendaraan. Dengan perawatan yang tepat, mobil listrik bisa lebih awet dan biaya servisnya relatif lebih rendah.

Banyak orang beranggapan bahwa mobil listrik tidak memerlukan servis karena tidak memiliki mesin pembakaran seperti mobil bensin atau diesel. Padahal, mobil listrik tetap membutuhkan perawatan berkala untuk memastikan seluruh sistem kendaraan bekerja dengan optimal.
Perbedaannya terletak pada jenis komponen yang diperiksa. Mobil listrik tidak memerlukan penggantian oli mesin atau filter oli, tetapi memiliki komponen lain yang perlu dipantau seperti baterai, sistem pendingin, dan perangkat elektronik.
Servis berkala pada mobil listrik bertujuan untuk:
Dengan perawatan yang rutin, mobil listrik dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama dengan performa yang tetap stabil.
Secara umum, jadwal servis mobil listrik cukup mirip dengan mobil konvensional, yaitu berdasarkan jarak tempuh atau waktu pemakaian. Namun jenis pemeriksaannya berbeda.
Berikut contoh jadwal servis mobil listrik yang umum diterapkan.
| Kilometer / Waktu | Jenis Pemeriksaan |
| 5.000 km | Inspeksi awal kendaraan |
| 10.000 km | Pemeriksaan rem, ban, dan suspensi |
| 20.000 km | Pengecekan sistem baterai dan pendingin |
| Setiap tahun | Update software dan sistem elektronik |
Servis pertama biasanya hanya berupa pemeriksaan umum. Teknisi akan memastikan bahwa seluruh komponen kendaraan bekerja dengan normal setelah digunakan beberapa waktu.
Pemeriksaan biasanya meliputi:
Pada jarak ini, pemeriksaan kendaraan menjadi lebih menyeluruh. Teknisi akan memeriksa kondisi berbagai komponen penting yang mempengaruhi performa kendaraan.
Servis ini biasanya mencakup:
Selain berdasarkan kilometer, mobil listrik juga biasanya menjalani servis tahunan. Pada tahap ini, pemeriksaan sering melibatkan sistem elektronik kendaraan.
Contohnya:
Meskipun tidak memiliki mesin pembakaran, mobil listrik tetap memiliki beberapa komponen penting yang harus diperiksa secara berkala.
Baterai merupakan komponen paling vital dalam mobil listrik. Saat servis, teknisi biasanya akan memeriksa:
Tujuannya adalah memastikan baterai tetap aman dan memiliki performa yang optimal.
Mobil listrik menggunakan teknologi regenerative braking, yaitu sistem pengereman yang dapat mengubah energi kinetik menjadi energi listrik untuk mengisi baterai.
Meski demikian, komponen rem seperti kampas rem dan cakram tetap perlu diperiksa untuk memastikan kendaraan tetap aman digunakan.
Mobil listrik memiliki sistem pendingin untuk menjaga suhu baterai dan komponen elektronik.
Jika sistem pendingin tidak bekerja dengan baik, suhu baterai bisa meningkat dan mempengaruhi performa kendaraan.
Komponen seperti ban dan suspensi tetap mengalami keausan seperti kendaraan pada umumnya. Pemeriksaan biasanya meliputi:
Mobil listrik sangat bergantung pada sistem software untuk mengatur berbagai fungsi kendaraan.
Pada saat servis, teknisi biasanya akan melakukan:
Baca juga: Mobil Listrik Murah di Indonesia 2026: Daftar Harga, Spesifikasi, dan Tips Memilih
Salah satu keuntungan mobil listrik adalah biaya perawatan yang relatif lebih rendah dibandingkan mobil berbahan bakar bensin.
Hal ini karena mobil listrik tidak memiliki beberapa komponen yang biasanya memerlukan perawatan rutin seperti:
Berikut gambaran kisaran biaya servis mobil listrik.
| Jenis Servis | Kisaran Biaya |
| Inspeksi umum | Rp200.000 – Rp500.000 |
| Servis berkala | Rp500.000 – Rp1.500.000 |
| Pemeriksaan baterai | tergantung merek dan tipe kendaraan |
Biaya tersebut bisa berbeda tergantung pada merek mobil, jaringan bengkel resmi, dan jenis pemeriksaan yang dilakukan.
Selain melakukan servis berkala, pemilik mobil listrik juga dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk menjaga kondisi kendaraan tetap prima.
Beberapa tips yang bisa dilakukan antara lain:
1. Hindari mengisi baterai hingga 100% terlalu sering
Pengisian baterai secara terus-menerus hingga penuh dapat mempengaruhi umur baterai dalam jangka panjang.
2. Gunakan charger yang direkomendasikan
Penggunaan charger resmi atau standar pabrikan membantu menjaga keamanan sistem kelistrikan.
3. Perhatikan suhu baterai
Usahakan kendaraan tidak terlalu lama terpapar panas ekstrem yang dapat mempengaruhi kinerja baterai.
4. Lakukan update software kendaraan
Software terbaru biasanya membawa peningkatan performa dan keamanan sistem kendaraan.
Mobil listrik bekas memerlukan perhatian ekstra, terutama pada komponen baterai dan sistem kelistrikan.
Beberapa hal yang perlu diperiksa pada mobil listrik bekas antara lain:
Pemeriksaan yang menyeluruh sangat penting untuk memastikan kendaraan masih dalam kondisi baik sebelum digunakan secara rutin.
Selain melakukan servis berkala, mobil listrik bekas juga sebaiknya memiliki perlindungan tambahan agar pemilik kendaraan lebih tenang saat menggunakannya.
Salah satu caranya adalah melalui layanan dari Warranty Smart Indonesia yang menyediakan inspeksi kendaraan gratis sebelum mobil mendapatkan perlindungan garansi.
Melalui proses inspeksi ini, mobil bekas—termasuk mobil listrik—akan diperiksa untuk memastikan kondisinya masih layak. Setelah lolos pemeriksaan, kendaraan dapat memperoleh garansi mobil bekas berkualitas, sehingga risiko biaya perbaikan di masa depan dapat diminimalkan.
Servis berkala mobil listrik tetap penting meskipun kendaraan ini memiliki lebih sedikit komponen mekanis dibanding mobil bensin. Pemeriksaan biasanya dilakukan setiap 10.000–20.000 km dengan fokus pada baterai, sistem rem, pendingin, dan software kendaraan.
Dengan perawatan yang rutin, mobil listrik dapat memiliki umur pakai yang panjang serta biaya perawatan yang lebih efisien. Bagi pemilik mobil listrik bekas, memastikan kondisi kendaraan melalui inspeksi dan perlindungan garansi juga dapat memberikan rasa aman saat berkendara.
Ya, mobil listrik tetap membutuhkan servis berkala meskipun tidak memiliki mesin pembakaran seperti mobil bensin. Servis biasanya meliputi pemeriksaan baterai, sistem pendingin, rem, suspensi, dan software kendaraan.
Umumnya servis berkala mobil listrik dilakukan setiap 10.000 hingga 20.000 kilometer atau setidaknya satu kali dalam setahun tergantung rekomendasi pabrikan kendaraan.
Biaya servis mobil listrik umumnya lebih murah dibanding mobil konvensional karena tidak memerlukan penggantian oli mesin, filter oli, atau komponen mesin lainnya.
Beberapa komponen yang biasanya diperiksa saat servis mobil listrik meliputi:
Mobil listrik bekas sebaiknya menjalani inspeksi menyeluruh untuk memastikan kondisi baterai dan sistem kelistrikan masih dalam keadaan baik sebelum digunakan secara rutin.