Mobil listrik pada dasarnya bisa diparkir paralel menggunakan towing mode, namun dilarang keras dibiarkan terlalu lama karena akan membuat aki 12V soak akibat komputer transmisi yang terus menyala. Masalah ini juga berlaku untuk mobil bermesin bensin modern bersistem shift-by-wire jika dipaksa netral berhari-hari. Jika terlanjur mogok, aki 12V cukup di-jumper atau segera manfaatkan layanan Roadside Assistance (RSA) untuk penanganan darurat.
Belakangan ini, jagat media sosial sempat diramaikan oleh keluhan seorang influencer mengenai mobil listriknya yang mendadak mati total. Usut punya usut, kerusakan tersebut terjadi setelah kendaraannya diparkir paralel di sebuah tempat umum.
Fenomena ini tak ayal membuat banyak calon pembeli ragu. Di Indonesia, di mana lahan parkir sering kali terbatas dan mewajibkan posisi paralel, apakah benar mobil listrik tidak bisa didorong manual?
Tenang, mobil listrik tetap bisa diparkir paralel. Namun, Anda harus paham bahwa mekanismenya sangat berbeda dengan mobil konvensional keluaran lama.
Mobil listrik modern dilengkapi dengan sistem keamanan tingkat tinggi. Salah satunya adalah fitur yang otomatis mengunci rem parkir elektris (Electronic Parking Brake) ketika mesin dimatikan atau saat pintu dibuka.
Untuk kebutuhan parkir paralel, pabrikan sebenarnya telah menyediakan solusi berupa Towing Mode atau Transport Mode. Saat fitur ini diaktifkan, transmisi mobil akan tertahan di posisi Netral (N) dan rem parkir tidak akan mengunci.
Dengan begitu, kendaraan tetap berada dalam posisi bebas dan bisa didorong maju atau mundur secara manual oleh petugas parkir.
Untuk memahami akar masalahnya, kita perlu tahu bahwa mobil listrik umumnya memiliki dua jenis baterai. Pertama adalah baterai utama bertegangan tinggi (seperti LFP atau NMC) untuk menggerakkan roda, dan yang kedua adalah aki kecil 12V untuk mengurus sistem kelistrikan dasar dan komputer mobil.
Ketika mobil listrik masuk ke Towing Mode untuk parkir paralel, modul komputer pengatur gigi transmisi dipaksa untuk terus menyala dan bersiaga. Komputer yang aktif ini perlahan menyedot daya secara langsung dari aki 12V.
Di saat yang bersamaan, karena mobil mendeteksi sedang dalam mode derek, baterai utama yang besar akan diisolasi oleh sistem. Artinya, baterai utama tidak bisa menyalurkan daya untuk mengecas aki 12V. Jika kondisi ini dibiarkan semalaman, aki 12V akan terkuras habis dan mobil gagal melakukan proses start.
Banyak yang salah paham dan menganggap aki soak saat parkir paralel ini adalah cacat bawaan mobil listrik. Faktanya, masalah ini tidak eksklusif hanya untuk kendaraan elektrifikasi (EV).
Mobil bermesin pembakaran internal (ICE) modern yang sudah mengadopsi teknologi shift-by-wire atau gigi elektronik juga akan bernasib sama. Komputer pada mobil-mobil mewah seperti BMW atau Ferrari modern juga akan terus menyala untuk menahan gigi di posisi netral, yang pada akhirnya akan menguras daya aki jika ditinggalkan terlalu lama.

Parkir paralel mobil listrik sangat aman asalkan hanya untuk durasi singkat, misalnya beberapa jam saat mampir ke mal atau tempat makan. Namun, sangat tidak disarankan untuk menggunakan mode ini selama berhari-hari atau untuk parkir menginap.
Selalu cek buku manual kendaraan Anda, karena setiap merek mobil listrik memiliki urutan tombol dan menu yang berbeda di layar dasbor untuk mengaktifkan fitur netral ini dengan benar.
Baca juga: Daftar 7 Mobil Listrik Murah 2026 di Indonesia, Mulai Rp 100 Jutaan!
Lalu, bagaimana jika aki 12V terlanjur soak dan mobil terkunci? Secara teknis, Anda bisa memberikan daya pancingan sementara dengan melakukan jumper pada aki 12V (layaknya mobil biasa) untuk menghidupkan sistem dan mengubah transmisi kembali ke posisi Park (P).
Namun, menghadapi mogok di jalan raya tentu merepotkan. Untuk rasa aman yang menyeluruh, apalagi jika Anda berencana membeli mobil listrik maupun konvensional dalam kondisi seken, perlindungan pasca-pembelian adalah hal yang wajib dimiliki. Di sinilah Warranty Smart Indonesia hadir sebagai penyedia layanan garansi mobil bekas terpercaya.
Sebelum mendapatkan perlindungan, kendaraan Anda akan melewati proses inspeksi gratis secara menyeluruh. Jika dinyatakan lulus dan layak, mobil Anda berhak mendapatkan garansi mobil bekas yang berkualitas, memberikan ketenangan pikiran dari risiko kerusakan komponen mahal.
Tidak berhenti di situ, jika Anda mengalami kondisi darurat di jalan, seperti mobil mogok karena masalah kelistrikan, Warranty Smart Indonesia menyediakan layanan Roadside Assistance (RSA). Layanan siap tanggap ini siap membantu Anda mulai dari fasilitas towing mobil hingga penghantaran bahan bakar (bagi mobil ICE) langsung ke lokasi Anda.
Berkendara dengan teknologi modern tak perlu lagi membuat was-was, asalkan Anda paham panduan pakainya dan kendaraan Anda selalu terproteksi oleh garansi yang tepat.