Harga mobil listrik berpotensi naik sekitar 5–15% pada 2026 akibat berakhirnya insentif pajak dan penerapan aturan baru. Kenaikan ini terutama dipicu oleh kembalinya pajak seperti PPN, PKB, dan BBNKB. Meski begitu, mobil listrik masih punya keunggulan biaya operasional jangka panjang.

Kenaikan harga mobil listrik bukan terjadi tanpa alasan. Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah memberikan berbagai insentif untuk mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Namun, memasuki 2026, sebagian insentif tersebut mulai dikurangi bahkan dihentikan.
Salah satu perubahan terbesar adalah mulai diberlakukannya kembali pajak kendaraan untuk mobil listrik, seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Sebelumnya, mobil listrik mendapat banyak keringanan sehingga harganya bisa lebih kompetitif.
Perubahan ini membuat harga jual mobil listrik otomatis terdorong naik, terutama untuk model yang sebelumnya sangat bergantung pada insentif.
Selama ini, harga mobil listrik ditopang oleh berbagai insentif seperti:
Ketika insentif ini berakhir, harga kendaraan akan kembali ke struktur pajak normal. Artinya, konsumen kini harus menanggung pajak yang sebelumnya disubsidi pemerintah.
Dampaknya cukup signifikan. Harga mobil listrik bisa naik puluhan juta rupiah, tergantung tipe dan asal kendaraan (impor atau lokal).
Secara umum, kenaikan harga diperkirakan berada di kisaran 5% hingga 15%. Namun dalam beberapa kasus, terutama untuk mobil impor (CBU), kenaikannya bisa lebih tinggi.
Contoh sederhana:
Besarnya kenaikan dipengaruhi oleh beberapa faktor:
Tidak semua mobil listrik terdampak secara sama. Namun, beberapa kategori yang paling berpotensi mengalami kenaikan adalah:
Beberapa model populer di pasar Indonesia kemungkinan ikut terdampak, baik dari segmen entry-level hingga premium.
Dengan kenaikan harga ini, banyak calon pembeli mulai membandingkan ulang pilihan mereka.
Mobil listrik:
Mobil hybrid:
Mobil BBM:
Kesimpulannya, mobil listrik masih menarik untuk jangka panjang, terutama bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.
Baca juga: Insentif Mobil Listrik 2026: Masih Ada atau Resmi Dihapus?
Kenaikan harga ini berpotensi memengaruhi keputusan pembelian masyarakat. Sebagian konsumen mungkin akan:
Di sisi lain, industri otomotif kemungkinan akan lebih fokus pada produksi lokal untuk menekan harga dan memenuhi regulasi.
Jika melihat tren saat ini, membeli mobil listrik sebelum kenaikan harga bisa menjadi langkah strategis. Namun, keputusan tetap harus mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi finansial.
Tips:
Di tengah kenaikan harga mobil listrik (dan mobil pada umumnya), banyak orang mulai melirik mobil bekas sebagai alternatif yang lebih terjangkau. Tapi di sinilah risiko muncul—mulai dari kondisi mesin, riwayat kendaraan, hingga potensi kerusakan di kemudian hari.
Untuk itu, penting memilih perlindungan yang tepat seperti Warranty Smart Indonesia.
Warranty Smart Indonesia adalah penyedia garansi mobil bekas terpercaya yang memberikan:
Tidak hanya itu, tersedia juga layanan Roadside Assistance (RSA) seperti:
Dengan adanya perlindungan ini, membeli mobil bekas jadi jauh lebih aman dan nyaman—tanpa rasa khawatir akan biaya tak terduga.
Apakah harga mobil listrik pasti naik?
Kemungkinan besar iya, terutama karena insentif pajak mulai dikurangi.
Kapan kenaikan mulai berlaku?
Mulai terlihat pada 2026 seiring penerapan aturan pajak baru.
Apakah mobil listrik masih layak dibeli?
Masih, terutama untuk penggunaan jangka panjang karena biaya operasional rendah.
Apakah mobil bekas jadi pilihan lebih menarik?
Ya, apalagi jika dilengkapi dengan inspeksi dan garansi seperti dari Warranty Smart Indonesia.
Kenaikan harga mobil listrik di 2026 dipicu oleh berakhirnya berbagai insentif dan penerapan pajak baru. Meski harga awal meningkat, mobil listrik tetap menawarkan efisiensi jangka panjang.
Di sisi lain, mobil bekas menjadi alternatif yang semakin relevan—selama dilengkapi dengan perlindungan yang tepat. Dengan dukungan seperti Warranty Smart Indonesia, konsumen tetap bisa mendapatkan kendaraan berkualitas tanpa harus mengambil risiko besar.